RSS

atas nama perut

31 May

alasan apa yang biasanya mendorong kita membeli makanan baik makanan berat atau sekedar cemilan? lapar, itu pasti karena kalau tidak, apa makanan yang kita beli hanya untuk ditonton? coba-coba, biasanya kita tergoda ikut membeli makanan setelah melihat keasyikan orang lain makan makanan tersebut. iseng, bisa jadi kita membeli makanan yang tadinya tidak terpikir akibat termakan rayuan maut sang penjual makanan. tapi pernahkah terbayangkan oleh kita bahwa masih banyak orang lain yang saking miskinnya tidak mampu membeli makanan yang layak?

mungkin ada yang sudah pernah melihat film pendek karya Ferdinand Dimadura berikut. film besutan sutradara asal Filipina ini memang nggak baru, bikinan tahun 2005 dan disertakan dalam festival film berlin 2006. awalnya agak lambat, tapi paruh berikutnya sangat dahsyat.

miris, mual dan segala rasa nggak nyaman pasti timbul setelah nonton film pendek ini. tapi itu berarti kita masih normal, masih punya rasa bersalah. nggak pantas manusia makan seperti anjing atau kucing jalanan, dari hasil mengais-ngais tong sampah. tapi lebih nggak pantas lagi manusia yang sudah membeli makanan lalu menyia-nyiakannya tanpa rasa bersalah mentang-mentang sudah membayar harganya apa lalu berhak untuk membuangnya begitu saja?

 

About pibel

writer wannabe who loves to eat delicious meal. married to the nicest pibel on earth and live happily efer after.
2 Comments

Posted by on May 31, 2009 in unek-unek

 

Tags: , , ,

2 Responses to atas nama perut

  1. Fl0

    May 31, 2009 at 12:52 pm

    wiih jadih penahsaran samah film nya.. ya sihhh aku salah satuh orang yang mentang2 dah bayar trus bisa gak ngabisin makanan..( tappi gak selaluh loh)..pikir pikir, gimana kaloh jd vegan ajah?? setujuhhhh

    nda ada bedanya to, intinya tetep aja nda boleh buang-buang makanan.

     
  2. denisurya

    June 5, 2009 at 11:34 pm

    wah jadi terharu nih liatnya, setuju kalo makanan gak boleh dibuang2 kalo udah diambil jadi kita mesti ambil sesuai porsi kita, bener2 seneng akhirnya jd nonton awalnya kirain agak sadis gitu tentang pembunuhan hewan tapi untunglah jadi nonton. Two thumbs up untuk filmnya.

    waduh, Den. gue nggak doyan ama film gory kok :P

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.