bagian 8:
Adi berada dalam dilema, Mama tak kunjung merestui cintanya pada Grace sedangkan Grace sendiri terus menjauh darinya. Bagaimana akhir kisah cinta Adi?
Grace berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Wajahnya pucat dan sorot matanya tampak muram. Kemarin sore ia kembali dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sadarkan diri di kamar mandi. Yang terakhir diingatnya adalah warna air seninya yang merah. Ia tahu itu darah.
Kata Mama, suhu tubuhnya mencapai empat puluh satu derajat Celcius sampai ia mengalami kejang-kejang. Menurut dokter, kandung kemihnya mengalami infeksi.
“Grace, kau sedang memikirkan apa?” tanya Mama dengan lembut. “Apa perutmu masih sakit?”
Grace menggeleng perlahan tanpa menoleh.
“Kau masih kesal pada Mama, ya?”
“Apa kalian begitu takut melihatku kesepian sehingga harus memanfaatkan Adi untuk menemaniku?” Read the rest of this entry »