pebel

kok bahas pibel lagi? bukan, ini pebel, kependekan dari perut tebel. panggilan sayang ke misua lagi? eh, bukan, meski memang benar perutnya tebel. tapi yang ingin gue bahas adalah perut gue sendiri 😛

 

perut gue itu emang gede karena lambungnya muat banyak. kata nyokap, bisa jadi ini andil babysitter gue. si babysitter itu bukan orang yang sabar. kalau nyuapin gue, maunya cepat selesai. jadi makanan dalam sendok suka didorong dengan jempolnya ke mulut gue sampai nyokap heboh, takut gue yang waktu itu umurnya belum ada setahun jadi muntah. untungnya gue bukan tipe bayi yang doyan ngemut makanan. disuapin apa aja selama itu makanan kesukaan gue ya hayuk saja.

 

alhasil perut gue mekar. sepertinya perut gue itu ogah banget kempes. kalau gue gemuk dia mekar duluan, pas gue kurus dia kempes paling belakangan itu pun dengan susah payah. saat bodi gue langsing, perut masih juga nimbul. padahal untuk tinggi badan 160cm, berat 47kg itu tergolong kurus. seumur-umur gue baru sekali merasakan yang namanya punya perut rata ketika gue terkena diare di awal kuliah. waktu itu gue ceking banget karena berat badan anjlok sampai 43kg. tapi nggak lama setelah itu berat gue pulih ke ukuran normal.

 

sampai pertengahan tahun lalu gue berhasil mempertahankan berat badan di angka timbangan 48kg. tapi setelah bekerja di kantor baru, dalam setahun berat gue naik 7kg! 7kg, saudara-saudara! coba bayangkan, 7kg daging dan lemak itu bisa buat masakan berapa macam dan berapa porsi? sudah begitu sebagian besar dari 7kg itu numpuk di perut, sisanya baru terbagi di lengan, paha dan pipi. sementara pantat tetap saja tepos. gila kan! keterlaluan bangedh! seandainya 7kg itu menambah benjolan di dada dan pantat, mungkin gue pasti nggak protes deh :mrgreen:

 

jangan-jangan lu hamil? nggak.

 

stress kale? nggak juga. ya kadang-kadang sih, kalau sudah dekat deadline report bulanan 😛 

 

kalau gitu pasti karena lu hepi saking betahnya kerja di kantor yang penuh cemilan. wah, emangnya sebelumnya gue nggak hepi? tapi soal cemilan berlimpah itu emang betul. wong misua aja sering melesetin inisial nama kantor gue itu jadi Kantor Pembiakan Sampai Gemuk hahaha…  😆

 

jadi karena kebanyakan makan ya. ya sudah jelaslah. emangnya perut gue yang mlendung ini isinya air sama gas?

 

tapi kok bisa mendadak gemuk dalam setahun? mendadak rakus? lha bukannya dari dulu gue rakus? di jaman kuliah dulu gue dijuluki tong sampah. makanan apa saja masuk, tapi nggak gemuk juga. tapi kebetulan dalam setahun terakhir ini buku-buku panduan jajan seantero Jakarta mendadak tumpah ruah di toko-toko buku. misua gue jadi kalap, hobi wiskulnya makin menggila dan sebagai pelengkap penderita, gue yang menanggung akibatnya 😀 . dan semakin tuwir, proses metabolisme gue semakin mandek hehehe.

 

gue sendiri udah berusaha ngecilin perut dengan berbagai cara, tapi belum juga berhasil. gue udah berusaha diet dengan makan nasi yang amat sedikit di siang dan malam hari mengingat gue nggak bisa menyetop kebiasaan ngemil. nggak cuma nenggak air bergelas-gelas, hampir tiap hari gue minum teh hijau. sit-up juga pernah sampai 55x sehari, tapi karena gue kurang disiplin akhirnya berhenti begitu saja. tapi sekarang mau mulai lagi sih. pakai korset juga pernah, tapi hasilnya perut gue jadi kram.

 

padahal gue udah nggak betah menanggung beban tambahan 7kg itu karena:

  1. bikin pengeluaran bulanan boros karena pakaian jadi sempit sehingga tiap bulan harus beli baru. hampir semua pakaian nggak muat kalaupun muat, itu pun dengan perut beleberan yang tercetak mirip agar-agar.  menyeramkan deh 😦 .
  2. jadi bahan olok-olok misua. memang sih nggak bikin gue sampai gondok bin ngamuk karena kami biasa saling mengejek, tapi kalau perut dibilang toket ke-3 bahkan dinyanyikan lagu ‘the big belly’ dengan irama theme song The Big Valley – serial jadoel itu kan risih juga.
  3. perut gue jadi sering sakit. kadang suka kembung, kram dan mual. karena maag gue juga rada soak, gue agak bingung membedakan antara gejala-gejala maag gue yang kumat atau organ-organ lain seperti usus atau liver yang bermasalah.

 

minggu kemarin gue nggak masuk 2 hari, Senin dan Jumat gara-gara mules-mules dan diare. entah apa penyebabnya. orang rumah bilang karena gue terlalu banyak makan acar telur ikan. telur ikan diacar? yep, ini masakan Makasar. telur ikannya masih mentah, crunchy rasanya, tapi kuahnya asam sekali. sedangkan teman kerja bilang kebanyakan minum teh hijau. apapun penyebabnya, perut gue ngamuk dan bikin gue menderita. capek harus bolak-balik nongkrong di atas kloset apalagi saat kantuk menyerang di tengah malam buta.

 

dokter menyuruh gue pantang makan. selain nggak boleh makan makanan yang mengandung santan, asam dan pedas, gue juga harus menjauhi roti dan pisang. pantang sih nggak masalah, meski gue suka yang namanya segala gulai jeroan warung padang, roti dan pisang – kalau masakan pedas sih memang nggak doyan – tapi yang bikin gue senewen, dia masih memberi surat pengantar untuk usg abdomen karena dia curiga gue mengidap yang namanya fatty liver. waduh, kontan gue berburu informasi tentang yang namanya fatty liver di internet. baru setengah jam mencari, yang ada gue makin senewen. apa iya sih kondisi gue separah itu.

 

sampai tulisan ini dibuat, gue belum melakukan usg abdomen. gue masih mencari second opinion tentang perlu tidaknya tindakan ini mengingat biayanya nggak murah. kalau begitu apa dong moral cerita tulisan gue ini? jangan sombong dengan kelangsingan anda, karena tubuh langsing itu nggak abadi. gue adalah saksi hidupnya…hiks 😥

 

Advertisements

One thought on “pebel

  1. Hakrini says:

    Kayaknya dari dulu kalo lu cerita makan segala gulai, jerohan dan temen2nya itu, anak2 udah pada bilang ati2 ke elu dah, inget gak ? Ya sekarang lu ngerasain dah hasil dari segala “kedoyanan” elu itu .. hehehe …
    Second opinion ? Do the USG!

    hehehe… namanya juga doyan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s