meler is cengeng? apa iya?

orang bilang cewek itu cenderung emosional dan paling sering mengekspresikannya dengan nangis.

hmm… yang pertama sih bener. gue sebagai cewek tulen dengan segala kerendahan hati mengakui bahwa kami sering melibatkan perasaan dalam pikiran, perkataan & perbuatan. apalagi kalau sedang PMS, wah bawaannya emosi jiwa. salahkah itu? nggak juga kalau nggak berlebihan, karena dunia akan garing bila hanya kerasionalisan otak yang bicara. perasaan memberi warna. ada empati juga benci di sana yg memberi nuansa positif dan negatif.

paruh kedua kalimat di atas itu yang salah. ada yang bilang mo hepi, mo marah, mo sedih, cewek cuma bisa nangis. walah, masa cewek kalah sama bayi? bayi saja masih bisa ketawa sementara cewek nangis melulu? tuduhan kejam itu! tapi berhubung ada jutaan cewek di dunia dan yang namanya anomali itu selalu ada jadi memang bukan suatu hal yang nggak mungkin kalau ada cewek cengeng. tapi sekali lagi itu mah oknum!

gue sendiri juga suka nangis. biasanya abis nonton film yang touching. bukan cuma adegan penyesalan atas kehilangan kekasih di film Patch Adams, waktu menyaksikan Eve berjuang mati-matian menyadarkan Wall-E aja gue juga meler. rasa dongkol yang amat sangat juga bisa bikin mata gue berkaca-kaca. tapi ketawa sampai nangis juga pernah. yang ajaib kadang gue nangis setelah baca tulisan gue sendiri. kok bisa? justru harus bisa karena nangis adalah salah satu parameter apakah tulisan gue mampu menghanyutkan pembaca pada suasana sedih yang gue harapkan. gue malah jarang nangis kalau sedih, kecuali kalau sudah kebangetan banget sedihnya. biasanya kalau sudah kena bumbu kekecewaan yang amat sangat, baru deh kelenjar air mata nggak mau tunduk pada perintah untuk tidak bekerja dengan aktif.

buat gue, nangis itu luapan emosi yang bisa meringankan beban di hati. rasanya plong kalau sudah nangis. dan cowok pun sebenarnya banyak juga yang doyan meler, hanya saja cuma sedikit dari mereka yang secara jantan berani mengaku bahkan pamer nangis di depan umum.

tapi gue sama sekali nggak setuju kalau nangis identik dengan cengeng. orang cengeng itu nggak perlu nangis untuk bisa dicap seperti itu. menurut gue, pengeluh yang mudah menyerah dan orang berjiwa parasit yang lebih senang dikasihani daripada jatuh-bangun berjuang demi hidup, jauh lebih cengeng daripada orang yang suka mengumbar air mata gara-gara nonton drama Korea.

jadi jangan mau dibilang cengeng karena meler tidak selalu memalukan.

Advertisements

5 thoughts on “meler is cengeng? apa iya?

  1. benarrr….meler bisa berarti lagi flu atau kedingingan juga…lohh??? *dilembar buku*

    Jangankan film yg touching….film kartun jga gw bisa nangis…tidakkah itu tandanya kita masih punya empathy? jadi masih bisa merasakan perasaan orang lain…ciehhhh….ngebela aja sich karena gw demen baget meler entah itu nonton atau baca…

    bener juga, baru keinget kalo meler itu bisa disebabkan oleh flu 😆

  2. wah posting pembelaan diri untuk cewe nih tapi gua setuju kalo nangis gak berarti cengeng walau tetep aja gak ngaku kalo ketauan lagi menitikkan air mata kalo liat film sedih.

    berarti lu suka meler juga kan? 🙂

  3. Sena says:

    weleh ga juga kok bude, aku juga sering meler kalo liat hal2 yang sedih, itu karena kita melihat dengan hati bukan pikiran bude 😀

    btw, soal wall-e , sena kan wall-e bude hehehehe 🙂
    sedih juga pass wall-e sendirian dibumi ama sang kecoa 😦

    hayah. giant imut gene kok ngaku2 wall-e 😛
    kecoanya segede apa yak 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s