resolusi basi

sekitar 7 bulan yg lalu gue bersama teman2 sekantor mengikuti sebuah motivation training. dalam pelatihan yg dimulai sejak matahari belum terbit hingga tengah malam menjelang, kami dicerahkan bahwa hidup kami masih jauh dari baik – brengsek, begitu kata sang trainer – karena pandangan hidup masih dipenuhi unsur negatif sehingga perlu banyak perubahan agar bisa menjadi seorang juara. dan perubahan itu meski harus dilakukan dari dalam diri masing-masing, efek positifnya bisa menyebar ke lingkungan sekitar.

boleh dibilang training yg wajib hukumnya untuk diikuti para karyawan kantor gue itu adalah acara kantor yg paling berkesan tahun ini. ocehan tentang betapa gilanya gojlokan dari para trainer dan kekonyolan teman2 saat mengikuti pelatihan nggak akan habis-habis dan selalu menimbulkan gelak tawa. namun celakanya ternyata tidak ada banyak perubahan dalam diri kami. memang, awalnya kami menjadi lebih bersemangat kerja, saling menyemangati satu-sama lain, bahkan tiap hari inbox e-mail dipenuhi sharing kalimat-kalimat positif. tapi seperti biasa semuanya cuma hangat2 tahi ayam. yang suka datang kesiangan tetap nongol di kantor setelah jam 9, malah pengikutnya makin banyak termasuk gue :mrgreen: ; yang suka mengeluh masih juga melagukan kalimat-kalimat tidak puas tentang segala hal dalam hidupnya 🙄 ; yang suka menggosipkan orang, tetap saja merilis isu2 nggak jelas yg satu-dua kali menimbulkan kehebohan di kantor 😡 ; yang kerjanya lelet karena lebih rajin browsing internet, update facebook dan pacaran, tetep masih juga nggak peduli kalau sudah menghambat pekerjaan teman-temannya 😦 . padahal di hari terakhir training, kami diminta menulis resolusi yg merupakan hasil evaluasi selama 2 hari 1 malam yg isinya tentang niat merubah diri dan target2 yg ingin dicapai dalam tahun 2009 ini. dan bukti hitam di atas putih itu dibuat 2 rangkap, satu diserahkan pada atasan kami dan satunya lagi kami simpan sendiri.

gue nggak mempertanyakan apa manfaat dari motivation training tsb karena isinya sungguh sesuatu yang baik dan berguna, hanya saja waktunya tidak efektif. semua orang juga menyadari tidak mudah merubah watak seseorang dalam 1-2 hari. bahkan miswa gue saja langsung tertawa setelah melihat daftar panjang resolusi gue. dia sudah bisa menebak kalau semuanya cuma bertahan paling lama 3 bulan. ya begitulah, niat gue bangun pagi untuk senam demi menguruskan badan hingga 55 kg itu sudah dikalahkan dengan mimpi indah di dini hari – sudah berbulan-bulan matras yoga itu hanya tergantung di balik pintu kamar 😆 . niat mengirim monthly report sebelum dateline tinggal kata-kata karena kenyataannya report itu selalu telat sampai ke tangan BOD hingga 2 mingu dari tenggat waktu 😛 .begitu pula dengan niat menulis artikel sebulan sekali yang terlibas dengan kesibukan main game hidden object. niat menjadi donatur tetap di sebuah panti asuhan belum juga terlaksana hanya karena malas mencari tahu nomor rekening si panti asuhan. dan masih banyak niat2 lainnya yang baik secara perlahan atau cepat, baik sengaja maupun tidak sengaja menguap begitu saja.

niat baik saja tidak cukup. perlu kesungguhan luar biasa dan kesadaran penuh untuk merubah cara berpikir, kebiasaan dan tingkah laku sehari-hari. berat bagi gue karena gue tipe orang yang cepat puas, malas dan status quo minded. gue beranggapan apa yang gue jalani selama ini memang jauh dari sempurna, tapi sudah cukup memuaskan bagi gue. apalagi gue orang yg skeptis. gue nggak percaya kalau training yg diikuti dengan rasa terpaksa bisa menumbuhkan kesadaran untuk berubah. apalagi setelah melihat hasil training kloter pertama yang dilaksanakan beberapa tahun lalu yg sempat diikuti para manusia yg pantas disebut makhluk2 fosil di kantor 😛 . di mana sih efek positifnya secara kami tidak melihat sosok manusia juara dalam diri beberapa dari mereka. tapi bukan berarti motivation training tadi tidak berguna sama sekali. paling tidak gue masih menikmati 2 hal yang buat gue cukup penting: kebersamaan dan solidaritas antar teman sekantor, juga bagaimana gue bisa menilai karakter seseorang.

tahun 2009 sudah hampir berlalu. dan di saat orang2 sibuk membuat resolusi dan menetapkan target2 ambisius yg ingin dicapai di th 2010, gue yg makin uzur ini tetap santai menatap masa depan. gue memang bukan orang yg senang dibebani target. yang gue niatkan simpel saja, ingin bisa menghargai hidup dengan lebih baik 🙂 .

Advertisements

3 thoughts on “resolusi basi

  1. stennysays says:

    kadang emang training kaya gitu basi banget… ga jadi pinter juga, ga jadi rubah juga… tetep aja pake metode-metode uzur… hahahaha…

    ya be enjoy aja deh… 🙂

    iya, yg keinget serunya waktu dikerjain doang 😛

  2. yup setuju ikut training2 kaya gini bakal gak bertahan lama tapi setidaknya kita tau ada yang mesti dirubah en kalo mau berubah ya mesti satu target aja dulu ntar pelan2 bakal berubah. Ini kaya ambil air pake besek yang lubang, walau airnya keluar semua masih tersisa sedikit di beseknya, jadi semangat ya untuk resolusinya 🙂

    tapi lumayan jg buat refreshing lho. intinya merubah diri itu nggak gampang palagi kalo dah telanjur bangkotan 😀

  3. dk says:

    wha,,,,, pengalaman slama 2 hari memang gak mdah utk merubah karakter seseorang,,,
    setuju niatnya harus full memang sih bu, gak cukup 100% tapi 1000% kalau bisa ,,, GBU ,,,,,


    apalagi kalo orangnya ndablek, menolak untuk berubah 🙂
    GBU2, om. thx 4 ur comment 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s