mea culpa

bagi sebagian orang, berbuat salah baik dalam skala kecil maupun besar rupanya merupakan aib yang tak termaafkan sehingga untuk menghindarinya mereka ogah mengakui kesalahan yang sudah diperbuat. penganut aliran ‘yang penting bukan gue yang disalahin’ ini ternyata ada juga di kantor gue. ngeles dan menimpakan kesalahan pada orang lain terutama yang kastanya lebih rendah adalah trik jitu untuk menyelamatkan reputasi.

salah satu teman gue – sebut saja si A – rajin mengkampanyekan kehati-hatian dalam bekerja. menurutnya ketelitian adalah cara mujarab untuk menangkal kecerobohan yang seharusnya tidak perlu terjadi. dan ia selalu membanggakan dirinya nggak pernah berbuat salah sekali pun. ya tapi siapa sih si A ini, superman bukan, malaikat bukan juga. ia lupa yang namanya manusia pasti pernah berbuat salah juga dan konyolnya ketika anak buahnya menangkap basah kesalahannya dengan enteng ia berujar dengan nada menuduh, ‘makanya hati-hati kalau bekerja. kalau sudah salah begini kan jadi repot.’ nah lho! si anak buah terbengong, merasa bingung kenapa ia yang jadi terdakwa wong jelas-jelas si bos yang salah 😆 .

teman gue yang lain – si B – sudah terkenal sebagai manajer yang moody. kalau sedang good mood, wah rajin banget menabur senyum dan salam ramah di mana-mana. tapi kalau sedang bad mood, hayah, jauh-jauh deh, jaga jarak minimal 5 meter biar gak kena sial. yang kasihan ya jelas anak buahnya, sudah sering dikambinghitamkan, kalau nggak kuat mental bisa-bisa ketularan sifat jelek si bos. gue sendiri pernah nyaris ribut dengan B. sedang tenang-tenang bekerja mendadak gue dituduh melakukan kesalahan yang gak pernah gue perbuat. padahal jarak lokasi tempat duduk kami lebih dari 15 meter. yg nuduh bukan B, tapi sumber beritanya ya dari si B. awalnya gue masih anteng-anteng saja, karena kantor sudah gue anggap rumah kedua otomatis penghuninya ya keluarga gue juga, tapi pikir-pikir enak aje lu sembarangan main lempar sembunyi tangan. lu jual gue beli deh! eh, pas gue udah siap ribut masalah tiba-tiba usai karena B ‘tersadar’ bukan gue tertuduhnya. kentang bener dah 😡 .

tapi ada juga teman gue yang memiliki pendapat lain. katanya, kesalahan itu wajar selama bisa diperbaiki. orangnya memang baik, suka menolong, tapi karena filosofinya yang permisif ini maka kadang kesalahan yang sama bisa terjadi berulang kali. ya paling tidak ia mau mengaku salah dan meminta maaf dengan terbuka.

gue jadi ingat dengan guru matematika SMA gue. bu guru cantik yang suka memamerkan ulah anak-anaknya itu pernah berkata bahwa ada 2 kalimat yang harus diajarkan pada anak-anak semenjak kecil: terima kasih dan minta maaf. buat gue, masih kurang 1 kalimat: ya, saya mengaku salah. buat apa minta maaf kalau nggak mau mengaku salah. apa yang perlu dimaafkan kan nggak jelas juga to? gue jadi mikir, jangan-jangan si A dan B nggak pernah mendapat didikan yg benar di masa kecil. mungkin mereka begitu dimanja dan apapun yg mereka lakukan selalu dibenarkan sehingga nggak punya empati terhadap orang lain. atau bisa jadi mereka trauma dimarahi bila melakukan kesalahan sehingga menjadi egois, yg penting selamatkan diri sendiri, orang lain sebodo amat.

gue sendiri nggak ngerti apa susahnya mengaku salah dan minta maaf. bukankah itu salah satu ciri kedewasaan, berani bertanggungjawab dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. selain itu hati jadi lega karena bebas dari tumpukan hutang rasa bersalah. lagipula para penganut aliran sesat itu pasti juga nggak mau kalau dijadikan sasaran lemparan kesalahan orang lain. mbok ya mereka yang menderita penyakit amnesia dadakan – lupa sudah punya salah – itu buru-buru berobat sehingga nggak menyengsarakan manusia lain 😀 .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s