writer wannabe

dari kecil gue suka nulis meski nggak teratur. diary sering bolong-bolong sebelum akhirnya terabaikan begitu saja. bikin cerpen juga sambil lalu. tapi gue suka sekali bersurat-suratan termasuk dengan misua saat masih berpacaran dulu.  lucunya gue pernah nyaris nggak naik kelas saat masih duduk di bangku kelas 1 SMP karena nilai bahasa indonesia gue di semester 1 dapat 5  .

gue sempat bercita-cita jadi penulis profesional atau novelis setelah menonton film ‘as good as it gets’. karakter melvin udall yang diperani jack nicholson itu benar-benar membekas di memori gue. bukan soal sengaknya, tapi betapa enak gaya hidupnya. nggak perlu keluar rumah merasakan macet, mandi keringat dan berbedak debu, cukup duduk tenang – menulis, lalu uang mengalir masuk ke rekening dengan lancar .

gue memberanikan menulis serius di saat maraknya penerbitan chicklit lokal. siapa tahu gue bisa menjadi the next ayu utami, dewi lestari atau fira basuki. gue memperlakukan setiap karya gue dengan penuh rasa sayang. mereka adalah ‘bayi-bayi’ gue. dan mengarang membuat gue merasa seperti Tuhan, bisa memberi nyawa pada tokoh-tokoh rekaan dan kapan saja bisa mencabut nyawa mereka. kadang saking intensnya mengarang, para lakon itu hidup dalam otak gue, bergerak dan bercakap bak adegan-adegan film.  

sayangnya tidak semudah itu mewujudkan impian menjadi penulis. sudah berkali-kali naskah novel, cerpen dan puisi gue pulang kandang tanpa hasil. miris rasanya . sampai akhirnya rasa kecewa dan sakit hati yang menggunung dalam hati membuncah dan meledak setelah menerima 3 penolakan dalam 1 hari. untung saja misua gue sangat sabar dan suportif. tanpa banyak komentar dia hanya diam memeluk gue yang nangis sesenggukan .

setelah pulih dari patah hati, gue kembali menulis apa saja dan di mana saja. mungkin Tuhan iba sama misua gue yang sering menjadi tempat curhat yang penuh keluh kesah dan membosankan sehingga akhirnya ada beberapa artikel yang berhasil naik cetak dan diterbitkan. hasilnya memang tidak seberapa banyak namun kepuasan yang didapat jauh terasa lebih melegakan dan membuat gue sadar kalau selama ini gue terlalu serakah. ada hal yang tak kalah penting dari uang.

Advertisements