tak ada yang abadi

gue nggak pernah suka perpisahan. bukan karena gue tipe cewek sentimentil bin melankolis, wong gue jarang melalui perpisahan dengan hati remuk redam diiringi curahan deras air mata. bahkan kadang perpisahan berlalu begitu saja tanpa disadari dan biasanya akan disesali di kemudian hari. namun bukan hanya penyesalan yang membuat gue merasa nggak nyaman dan terus menyayangkan mengapa hal itu harus terjadi, tapi terutama karena rasa kehilangan akan sesuatu yang dulunya ada 😦 .
akhir-akhir ini gue digempur banyak perpisahan. yang paling banyak di lingkungan kantor yang boleh dibilang rumah gue kedua karena di sana lah gue menghabiskan 10-12 jam setiap harinya. beberapa teman sekerja nggak lagi bisa gue jumpai batang hidungnya. mereka memilih pergi dengan berbagai alasan, mayoritas karena diiming-imingi imbalan yang nominalnya lebih surgawi 😀 , tapi ada juga yang terpaksa pergi karena terlibat masalah kriminal akibat Continue reading
Advertisements