resolusi basi

sekitar 7 bulan yg lalu gue bersama teman2 sekantor mengikuti sebuah motivation training. dalam pelatihan yg dimulai sejak matahari belum terbit hingga tengah malam menjelang, kami dicerahkan bahwa hidup kami masih jauh dari baik – brengsek, begitu kata sang trainer – karena pandangan hidup masih dipenuhi unsur negatif sehingga perlu banyak perubahan agar bisa menjadi seorang juara. dan perubahan itu meski harus dilakukan dari dalam diri masing-masing, efek positifnya bisa menyebar ke lingkungan sekitar.

boleh dibilang training yg wajib hukumnya untuk diikuti para karyawan kantor gue itu adalah acara kantor yg paling berkesan tahun ini. ocehan tentang betapa gilanya gojlokan dari para trainer dan kekonyolan teman2 saat mengikuti pelatihan nggak akan habis-habis dan selalu menimbulkan gelak tawa. namun celakanya ternyata tidak ada banyak perubahan dalam diri kami. memang, awalnya kami menjadi lebih bersemangat kerja, saling menyemangati satu-sama lain, bahkan tiap hari inbox e-mail dipenuhi sharing kalimat-kalimat positif. tapi seperti biasa semuanya cuma hangat2 tahi ayam. yang suka datang kesiangan tetap nongol di kantor setelah jam 9, malah pengikutnya makin banyak termasuk gue :mrgreen: ; yang suka mengeluh Continue reading

Advertisements