demi koleksi

rasanya hampir semua orang pasti punya hobi mengoleksi barang entah barang mati atau barang hidup 😀 . dan koleksi biasanya menjadi salah satu sarana untuk pamer gengsi apalagi kadang membutuhkan biaya lebih sehingga semakin langka dan susah mendapatkannya, semakin keren reputasi sang kolektor.

sebagai orang yg angin2an, gue nggak betah mengoleksi barang dengan setia selama bertahun2. era filateli sudah berlalu, kaset juga sudah lewat. apa lagi sih koleksi gue selama ini? tuh, saking sering gonta-ganti gue sampe lupa sendiri 😆 . lalu apa sekarang gue sama sekali nggak punya koleksi? Continue reading

Advertisements

resolusi basi

sekitar 7 bulan yg lalu gue bersama teman2 sekantor mengikuti sebuah motivation training. dalam pelatihan yg dimulai sejak matahari belum terbit hingga tengah malam menjelang, kami dicerahkan bahwa hidup kami masih jauh dari baik – brengsek, begitu kata sang trainer – karena pandangan hidup masih dipenuhi unsur negatif sehingga perlu banyak perubahan agar bisa menjadi seorang juara. dan perubahan itu meski harus dilakukan dari dalam diri masing-masing, efek positifnya bisa menyebar ke lingkungan sekitar.

boleh dibilang training yg wajib hukumnya untuk diikuti para karyawan kantor gue itu adalah acara kantor yg paling berkesan tahun ini. ocehan tentang betapa gilanya gojlokan dari para trainer dan kekonyolan teman2 saat mengikuti pelatihan nggak akan habis-habis dan selalu menimbulkan gelak tawa. namun celakanya ternyata tidak ada banyak perubahan dalam diri kami. memang, awalnya kami menjadi lebih bersemangat kerja, saling menyemangati satu-sama lain, bahkan tiap hari inbox e-mail dipenuhi sharing kalimat-kalimat positif. tapi seperti biasa semuanya cuma hangat2 tahi ayam. yang suka datang kesiangan tetap nongol di kantor setelah jam 9, malah pengikutnya makin banyak termasuk gue :mrgreen: ; yang suka mengeluh Continue reading

meler is cengeng? apa iya?

orang bilang cewek itu cenderung emosional dan paling sering mengekspresikannya dengan nangis.

hmm… yang pertama sih bener. gue sebagai cewek tulen dengan segala kerendahan hati mengakui bahwa kami sering melibatkan perasaan dalam pikiran, perkataan & perbuatan. apalagi kalau sedang PMS, wah bawaannya emosi jiwa. salahkah itu? nggak juga kalau nggak berlebihan, karena dunia akan garing bila hanya kerasionalisan otak yang bicara. perasaan memberi warna. ada empati juga benci di sana yg memberi nuansa positif dan negatif.

paruh kedua kalimat di atas itu yang salah. ada yang bilang mo hepi, mo marah, mo sedih, cewek cuma bisa nangis. walah, masa cewek kalah sama bayi? bayi saja masih bisa ketawa sementara cewek nangis melulu? tuduhan kejam itu! tapi berhubung ada jutaan cewek di dunia dan yang namanya anomali itu selalu ada jadi memang bukan suatu hal yang nggak mungkin kalau ada cewek cengeng. tapi sekali lagi itu mah oknum!

gue sendiri juga suka nangis. biasanya abis Continue reading

atas nama perut

alasan apa yang biasanya mendorong kita membeli makanan baik makanan berat atau sekedar cemilan? lapar, itu pasti karena kalau tidak, apa makanan yang kita beli hanya untuk ditonton? coba-coba, biasanya kita tergoda ikut membeli makanan setelah melihat keasyikan orang lain makan makanan tersebut. iseng, bisa jadi kita membeli makanan yang tadinya tidak terpikir akibat termakan rayuan maut sang penjual makanan. tapi pernahkah terbayangkan oleh kita bahwa masih banyak orang lain yang saking miskinnya tidak mampu membeli makanan yang layak?

mungkin ada yang sudah pernah melihat film pendek karya Ferdinand Dimadura berikut. film besutan sutradara asal Filipina ini memang nggak baru, bikinan tahun 2005 dan disertakan dalam festival film berlin 2006. awalnya agak lambat, tapi paruh berikutnya sangat dahsyat. Continue reading

i told you so

good friends never say ‘i told you so.’. kira-kira begitu kalimat dari kartu ultah keluaran American Greetings yang pernah gue beli buat sohib gue lebih dari satu dasawarsa yang lalu. kata-kata itu begitu membekas di benak gue karena sampai sekarang gue nggak juga bisa menahan diri untuk tidak bilang, ‘tuh kan, apa gue bilang?’

sebagai sahabat yang baik, gue selalu berusaha menjadi pendengar yang baik sekaligus penasehat yang bijak. tapi ya siapa sih gue ini? Continue reading

mati kata = kata mati?!

apa sih maksud judul entry blog gue kali ini? mati kata artinya macet dalam berkata-kata, sedangkan kata mati buat gue artinya kata yang nggak memiliki arti apa-apa. waduh, apa gue udah tertimpa writer’s block sehingga nggak bisa nulis dengan baik dan benar lagi? walah, mau nyari alasan lagi kenapa cerpen dan cerber baru nggak muncul-muncul? nggak, yang mau gue curhatin sekarang adalah penyakit gue yang nyebelin bahkan lebih tepat disebut memalukan.

lidah gue kadang nggak bisa dikendalikan sehingga memuntahkan sepatah-dua patah kata tolol tanpa arti. contohnya, kemarin malam gue Continue reading

lembur: perlukah? haruskah?

gue kangen pulang kerja tenggo karena belakangan ini gue cuma bisa terawa iri melihat teman-teman gue mirip anak SD, berlarian pulang dengan wajah gembira saat jarum jam merentang lurus vertikal. lalu kenapa nggak ikutan pulang? males bermacet ria? halah, mau pulang 1 jam kemudian tetap saja kawasan segitiga emas itu nggak bebas dari macet. bahkan kepadatan kendaraan hingga padat merayap itu kadang masih terjadi hingga 1 jam berikutnya 😦 . bukan itu penyebab gue tersandera di kantor. yang bikin gue melemburkan diri dengan pasrah tapi tak rela adalah kerjaan setumpuk yang nggak ada habis-habisnya 😥 . Continue reading